Search
Keteladanan Ulama
Renungan Ra Imam
Suara Tretan
Gara-Gara Petasan, Sebuah Rumah Terbakar
BANGKALAN, pulau-madura.com. Sebuah rumah di Jalan Sukun nomor 10, Perumnas Kamal, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jumat (3/9) sekitar pukul 12:00 wib, terbakar. Akibatnya, sebuah kamar kosong di lantai 2 hangus di lalap si jago merah.
Rumah tersebut milik Abdul Aziz (37). Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta. Hingga kini, penyebab kebakaran masih diselidiki petugas...
Rumah tersebut milik Abdul Aziz (37). Dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa, hanya saja kerugian materiil ditaksir mencapai Rp50 juta. Hingga kini, penyebab kebakaran masih diselidiki petugas...
Selanjutnya... Add comment
Madura Terkini
H-7, Pengunjung Pasar Ki Lemah Duwur Meningkat
BANGKALAN, pulau-madura.com. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1431 H, pengunjung di pasar Ki Lemah Duwur, Kabupaten Bangkalan, Jumat (3/9), meningkat hingga mencapai 50 persen dibandingkan hari biasa.
Sebagian besar warga datang ke pasar, ingin membeli pakaian untuk dipakai saat lebaran nanti. Tidak hanya itu saja, warga pergi ke pasar juga ingin membeli kue kering untuk hidangan ketika lebaran berlangsung.
Kepala Pasar Ki Lemah Duwur, Achmad Siddik, mengatakan, H-7 lebaran pengunjung yang datang ke pasar mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mereka berbelanja untuk kebutuhan lebaran.
“Kami melihat adanya peningkatan pengunjung yakni dari pemasukan parkir. Dimana kalau hari biasa, pemasukan dari sektor parkir senilai Rp 1 juta per hari. Tapi, menjelang lebaran pemasukan parkir naik menjadi Rp1,5 juta per hari,” terang Siddik.
Siddik menjelaskan, warga yang berkunjung ke pasar sebagian besar berburu pakaian dan sarung serta kue kering. Secara otomatis omzet dari penjual pakaian dan kue kering, mengalami peningkatan.
“Pokoknya stan-stan yang menjual baju dan sarung diserbu oleh pengunjung. Bahkan, penjualnya sampai kewalahan yang melayani pembeli,” ucapnya.
Menurut Siddik, sedangkan untuk kebutuhan sembako tidak ada peningkatan permintaan yang signifikant dari konsumen. Begitu juga dengan harga sembako, juga relatif stabil dibandingkan awal bulan ramadhan.
“Saat menjelang bulan puasa lalu, harga sembako kan merangkak naik, tapi untuk saat ini harga sembako relatif stabil dan terjangkau,” ujarnya.
Siddik menambahkan, dengan adanya peningkatan jumlah pengunjung ke pasar Ki Lemah Duwur, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengantisipasi adanya tindak kriminalitas seperti pencopetan.
“Kami juga mendapat bantuan dari satpol pp sebanyak 65 personel dan waker pasar sendiri berjumlah 30 orang untuk melakukan pengamanan. Kami ingin warga yang berbelanja disini merasa aman dan tenang,” paparnya.
BANGKALAN, pulau-madura.com. Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1431 H, pengunjung di pasar Ki Lemah Duwur, Kabupaten Bangkalan, Jumat (3/9), meningkat hingga mencapai 50 persen dibandingkan hari biasa.
Sebagian besar warga datang ke pasar, ingin membeli pakaian untuk dipakai saat lebaran nanti. Tidak hanya itu saja, warga pergi ke pasar juga ingin membeli kue kering untuk hidangan ketika lebaran berlangsung.
Kepala Pasar Ki Lemah Duwur, Achmad Siddik, mengatakan, H-7 lebaran pengunjung yang datang ke pasar mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Mereka berbelanja untuk kebutuhan lebaran.
“Kami melihat adanya peningkatan pengunjung yakni dari pemasukan parkir. Dimana kalau hari biasa, pemasukan dari sektor parkir senilai Rp 1 juta per hari. Tapi, menjelang lebaran pemasukan parkir naik menjadi Rp1,5 juta per hari,” terang Siddik.
Siddik menjelaskan, warga yang berkunjung ke pasar sebagian besar berburu pakaian dan sarung serta kue kering. Secara otomatis omzet dari penjual pakaian dan kue kering, mengalami peningkatan.
“Pokoknya stan-stan yang menjual baju dan sarung diserbu oleh pengunjung. Bahkan, penjualnya sampai kewalahan yang melayani pembeli,” ucapnya.
Menurut Siddik, sedangkan untuk kebutuhan sembako tidak ada peningkatan permintaan yang signifikant dari konsumen. Begitu juga dengan harga sembako, juga relatif stabil dibandingkan awal bulan ramadhan.
“Saat menjelang bulan puasa lalu, harga sembako kan merangkak naik, tapi untuk saat ini harga sembako relatif stabil dan terjangkau,” ujarnya.
Siddik menambahkan, dengan adanya peningkatan jumlah pengunjung ke pasar Ki Lemah Duwur, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan kepolisian setempat untuk mengantisipasi adanya tindak kriminalitas seperti pencopetan.
“Kami juga mendapat bantuan dari satpol pp sebanyak 65 personel dan waker pasar sendiri berjumlah 30 orang untuk melakukan pengamanan. Kami ingin warga yang berbelanja disini merasa aman dan tenang,” paparnya.
Jasa Marga Tambah Kamera CCTV di Suramadu
BANGKALAN, pulau-madura.com. Jasa Marga menambah camera CCTV di jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), menyambut arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriyah.
“Kami sudah menambah kamera CCTV di jembatan Suramadu. Kalau sebelumnya hanya ada empat kamera CCTV, sekarang bertambah menjadi 7 kamera CCTV,” terang Kepala Gerbang Tol Suramadu, Suharyono, Kamis (2/9).
Suharyono menjelaskan, penambahan kamera CCTV tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan arus mudik maupun balik lebaran nanti. Sehingga jika ada jalur yang macet, bisa diketahui dan dilakukan penanganan agar kembali normal.
“Kami juga akan menambah mobil patroli, ambulan dan rescue. Supaya para pemudik bisa berlalu lintas dengan tenang dan aman nanti,” ucapnya.
Selain itu, sambung Suharyono, pihaknya juga akan melakukan penambahan lajur baik untuk roda dua maupun roda empat yang ada di jembatan Suramadu. Jika hari biasa hanya ada dua lajur untuk roda dua, nanti akan ada empat lajur.
“Tambahan lajur itu, akan ditempatkan di lajur roda empat. Namun, nanti akan keluar ke lajur roda dua lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bangkalan, AKP Syamsul Mu’arif, mengatakan, pihaknya mengusulkan pada jasa marga jika terjadi antrian panjang pada roda dua saat arus balik di Suramadu nanti, agar roda dua bisa melintas di lajur roda empat.
“Kalau terjadi antrian sampai satu kilo meter (km) pada roda dua, kami meminta petugas jasa marga agar memperbolehkan roda dua melintas di jalur roda empat sekitar 30 menit atau satu jam. Nanti, setelah kondisi normal, baru akan ditutup lagi,” terang Syamsul.
BANGKALAN, pulau-madura.com. Jasa Marga menambah camera CCTV di jembatan Surabaya-Madura (Suramadu), menyambut arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri 1431 Hijriyah.
“Kami sudah menambah kamera CCTV di jembatan Suramadu. Kalau sebelumnya hanya ada empat kamera CCTV, sekarang bertambah menjadi 7 kamera CCTV,” terang Kepala Gerbang Tol Suramadu, Suharyono, Kamis (2/9).
Suharyono menjelaskan, penambahan kamera CCTV tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan arus mudik maupun balik lebaran nanti. Sehingga jika ada jalur yang macet, bisa diketahui dan dilakukan penanganan agar kembali normal.
“Kami juga akan menambah mobil patroli, ambulan dan rescue. Supaya para pemudik bisa berlalu lintas dengan tenang dan aman nanti,” ucapnya.
Selain itu, sambung Suharyono, pihaknya juga akan melakukan penambahan lajur baik untuk roda dua maupun roda empat yang ada di jembatan Suramadu. Jika hari biasa hanya ada dua lajur untuk roda dua, nanti akan ada empat lajur.
“Tambahan lajur itu, akan ditempatkan di lajur roda empat. Namun, nanti akan keluar ke lajur roda dua lagi,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bangkalan, AKP Syamsul Mu’arif, mengatakan, pihaknya mengusulkan pada jasa marga jika terjadi antrian panjang pada roda dua saat arus balik di Suramadu nanti, agar roda dua bisa melintas di lajur roda empat.
“Kalau terjadi antrian sampai satu kilo meter (km) pada roda dua, kami meminta petugas jasa marga agar memperbolehkan roda dua melintas di jalur roda empat sekitar 30 menit atau satu jam. Nanti, setelah kondisi normal, baru akan ditutup lagi,” terang Syamsul.
Identitas Kasus Penemuan Mayat Terkuak
BANGKALAN, pulau-madura.com. Kepolisian resort (Polres) Bangkalan, Kamis (2/9), berhasil mengungkap identitas kasus penemuan mayat perempuan oleh warga di areal persawahan, Kampung Lobuk, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh.
Korban diketahui bernama Wasiah (16) warga asal Desa Kapor, Kecamatan Burneh. Perempuan lulusan Sekolah Dasar (SD) ini, bekerja sebagai buruh di salah satu pabrik pembuatan kue kering, Surabaya.
Gadis di bawah umur tersebut ikut bibinya di kawasan Bulak Rukem, Surabaya, sejak tiga tahun lalu. Korban merupakan putra dari pasangan Mukari (58), yang mengalami tuna wicara dan Salimah (48), buruh tani di desa setempat.
Kini, jenazah korban yang sudah diotopsi oleh pihak kepolisian dan rumah sakit, sudah dibawa pulang pihak keluarga untuk dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno, mengatakan, pihak kepolisian sudah melakukan visum luar. Hasilnya, korban mengalami luka tusuk, tepat di pinggang bagian kanan, serta luka lebam di bagian wajah dan beberapa anggota tubuh lain.
“Di lokasi, petugas juga menemukan botol air mineral lengkap dengan sedotan. Korban merupakan anak sini (bangkalan), tapi sudah menetap di Surabaya,” terang Suwarno saat dikonfirmasi.
Suwarno menjelaskan, pihaknya telah mengirim beberapa anggota untuk menemui dan meminta keterangan dari bibi korban, Rh, yang ada di Surabaya. Sebab, besar kemungkinan bibi korban mengetahui secara pasti, termasuk aktifitas korban.
“Kami masih menjembut bibi korban, untuk dimintai keterangan. Dugaan sementara, gadis malang itu merupakan korban tindak kriminal. Namun, kami masih menunggu hasil visum,” ungkapnya.
Sementara itu, sepepupu korban, Mashari, mengaku, sejak awal pihak keluarga sudah mendengar adanya penemuan mayat di sawah. Hanya, keluarga tidak menyangka kalau yang menjadi korban adalah Wasiah, karena dipikir bekerja di Surabaya.
“Kami baru sadar usai mengecek ke kamar mayat dan korban memang wasiah. Kami meminta pada petugas agar kasus kematian sepupuku diusut tuntas. Serta pelakunya dihukum seberat-beratnya,” ucapnya.
BANGKALAN, pulau-madura.com. Kepolisian resort (Polres) Bangkalan, Kamis (2/9), berhasil mengungkap identitas kasus penemuan mayat perempuan oleh warga di areal persawahan, Kampung Lobuk, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh.
Korban diketahui bernama Wasiah (16) warga asal Desa Kapor, Kecamatan Burneh. Perempuan lulusan Sekolah Dasar (SD) ini, bekerja sebagai buruh di salah satu pabrik pembuatan kue kering, Surabaya.
Gadis di bawah umur tersebut ikut bibinya di kawasan Bulak Rukem, Surabaya, sejak tiga tahun lalu. Korban merupakan putra dari pasangan Mukari (58), yang mengalami tuna wicara dan Salimah (48), buruh tani di desa setempat.
Kini, jenazah korban yang sudah diotopsi oleh pihak kepolisian dan rumah sakit, sudah dibawa pulang pihak keluarga untuk dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Suwarno, mengatakan, pihak kepolisian sudah melakukan visum luar. Hasilnya, korban mengalami luka tusuk, tepat di pinggang bagian kanan, serta luka lebam di bagian wajah dan beberapa anggota tubuh lain.
“Di lokasi, petugas juga menemukan botol air mineral lengkap dengan sedotan. Korban merupakan anak sini (bangkalan), tapi sudah menetap di Surabaya,” terang Suwarno saat dikonfirmasi.
Suwarno menjelaskan, pihaknya telah mengirim beberapa anggota untuk menemui dan meminta keterangan dari bibi korban, Rh, yang ada di Surabaya. Sebab, besar kemungkinan bibi korban mengetahui secara pasti, termasuk aktifitas korban.
“Kami masih menjembut bibi korban, untuk dimintai keterangan. Dugaan sementara, gadis malang itu merupakan korban tindak kriminal. Namun, kami masih menunggu hasil visum,” ungkapnya.
Sementara itu, sepepupu korban, Mashari, mengaku, sejak awal pihak keluarga sudah mendengar adanya penemuan mayat di sawah. Hanya, keluarga tidak menyangka kalau yang menjadi korban adalah Wasiah, karena dipikir bekerja di Surabaya.
“Kami baru sadar usai mengecek ke kamar mayat dan korban memang wasiah. Kami meminta pada petugas agar kasus kematian sepupuku diusut tuntas. Serta pelakunya dihukum seberat-beratnya,” ucapnya.
Bupati Bangkalan Kukuhkan AKDB
BANGKALAN, pulau-madura.com. Bupati Bangkalan, KH Fuad Amin, Kamis (2/9), mengukuhkan asosiasi kepala desa bangkalan (AKDB) di aula pendopo Agung setempat.
“Mulai sekarang, kami sudah mengukuhkan AKDB periode 2010 hingga 2015,” terang Fuad saat dikonfirmasi wartawan.
Fuad menjelaskan, pembentukan AKDB sangat diperlukan keberadaannya. Sebab, jika ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh pemerintah terhadap para kades atau lurah, bisa disamapikan melalui koordinator AKDB.
“Sehingga bisa membantu dan mempermudah kinerja pemerintah dalam meningkat pembangunan yang ada di desa,” ungkapnya.
Menurut Fuad, para aparatur pemerintah terutama kepala desa atau lurah harus bisa menjaga kesatuan dan kekompokan. Jika ada suatu kelompok yang melakukan fitnah terhadap aparatur desa, maka harus dilawan.
“Namun, kalau cuma kritikan dan demo secara sehat tidak masalah. Karena itu merupakan masukan atau sekedar mengingatkan pada pejabat yang mungkin dianggap keliru dan perlu diperbaiki,” ucapnya.
Fuad menambahkan, seorang kades/lurah harus disiplin dalam bekerja. Mereka tidak boleh meninggalkan warganya dan harus memberikan raskin (beras untuk masyarakat miskin) tepat sasaran.
“Jika ada warganya yang mengalami kelaparan atau busung lapar, kades atau lurah segera koordinasi dengan instansi terkait supaya ada penanganan secepatnya, sehingga yang bersangkutan bisa ditolong,” paparnya.
BANGKALAN, pulau-madura.com. Bupati Bangkalan, KH Fuad Amin, Kamis (2/9), mengukuhkan asosiasi kepala desa bangkalan (AKDB) di aula pendopo Agung setempat.
“Mulai sekarang, kami sudah mengukuhkan AKDB periode 2010 hingga 2015,” terang Fuad saat dikonfirmasi wartawan.
Fuad menjelaskan, pembentukan AKDB sangat diperlukan keberadaannya. Sebab, jika ada sesuatu yang ingin disampaikan oleh pemerintah terhadap para kades atau lurah, bisa disamapikan melalui koordinator AKDB.
“Sehingga bisa membantu dan mempermudah kinerja pemerintah dalam meningkat pembangunan yang ada di desa,” ungkapnya.
Menurut Fuad, para aparatur pemerintah terutama kepala desa atau lurah harus bisa menjaga kesatuan dan kekompokan. Jika ada suatu kelompok yang melakukan fitnah terhadap aparatur desa, maka harus dilawan.
“Namun, kalau cuma kritikan dan demo secara sehat tidak masalah. Karena itu merupakan masukan atau sekedar mengingatkan pada pejabat yang mungkin dianggap keliru dan perlu diperbaiki,” ucapnya.
Fuad menambahkan, seorang kades/lurah harus disiplin dalam bekerja. Mereka tidak boleh meninggalkan warganya dan harus memberikan raskin (beras untuk masyarakat miskin) tepat sasaran.
“Jika ada warganya yang mengalami kelaparan atau busung lapar, kades atau lurah segera koordinasi dengan instansi terkait supaya ada penanganan secepatnya, sehingga yang bersangkutan bisa ditolong,” paparnya.
Warga Keluhkan Jalan Bergelombang di Suramadu
BANGKALAN, pulau-madura.com. Penggendara roda dua mengeluhkan kondisi jalan yang bergelombang di jembatan Suramadu, Rabu (1/9), baik dari kabupaten Bangkalan maupun menuju Bangkalan.
Pasalnya, jalan untuk lajur kendaraan roda dua di Suramadu tersebut sering dibongkar pasang untuk proyek pemasangan kabel. Ironisnya, saat pemasangan jalan kembali tidak seperti semula alias tidak rata.
Akibatnya, kondisi jalan yang awalnya mulus, sekarang menjadi bergelombang. Jika kondisi tersebut dibiarkan, maka rawan terjadi kecelakaan lalu lintas saat arus mudik dan balik lebaran mendatang.
“Saya lewat jembatan Suramadu tidak enak sama sekali. Sebab, kondisi jalannya bergelombang,” terang salah seorang pengendara motor, Taufik Sahrawi, saat dikonfirmasi.
Taufik menjelaskan, tidak mulusnya jalan di lajur roda dua karena sering dibongkar untuk proyek pemasangan kabel. Sayangnya, proyek itu tidak mengembalikan kondisi jalan pada kondisi semula.
“Jika dibiarkan begini, kami khawatir akan menimbulkan laka lantas. Serta akan membuat motor kami rusak. Dan yang paling menakutkan, saya khawatir ban motorku meletus karena kondisi jalan yang tidak rata,” ucapnya.
Hal senada juga dikatakan pengendara motor lainnya, Muhyidin. Pria berambut gondrong ini mengatakan, jasa marga harus bertanggung jawab atas kondisi jalan yang bergelombang tersebut karena akan membahayakan pengguna jalan.
“Jasa marga harus tegas terhadap pempinan proyek pemasangan kabel, jika sudah selesai pasang kabel, maka dalam memasang jalan lagi harus seperti yang semula. Kalau dulu enak lewat suramadu, tapi sekarang sakit semua badan gara-gara jalannya bergelombang,” ucapnya.
Sedangkan untuk jalur kendaraan roda empat di jembatan Suramadu mulus. Sebab, tidak bongkar pasang untuk pemasangan kabel, seperti halnya di jalur roda dua. Sehingga merugikan para pengguna jasa jembatan Suramadu.
Sementara itu, Kepala Gerbang Tol Suramadu, Suharyono, mengatakan, pihaknya tidak tahu masalah tersebut. Sebab, hal itu merupakan wewenang dari Pekerjaan Umum (PU).
“Urusan jalan bergelombang, bukan urusan kami. Melainkan, wewenangnya PU,” terang Suharyono saat dikonfirmasi.
BANGKALAN, pulau-madura.com. Penggendara roda dua mengeluhkan kondisi jalan yang bergelombang di jembatan Suramadu, Rabu (1/9), baik dari kabupaten Bangkalan maupun menuju Bangkalan.
Pasalnya, jalan untuk lajur kendaraan roda dua di Suramadu tersebut sering dibongkar pasang untuk proyek pemasangan kabel. Ironisnya, saat pemasangan jalan kembali tidak seperti semula alias tidak rata.
Akibatnya, kondisi jalan yang awalnya mulus, sekarang menjadi bergelombang. Jika kondisi tersebut dibiarkan, maka rawan terjadi kecelakaan lalu lintas saat arus mudik dan balik lebaran mendatang.
“Saya lewat jembatan Suramadu tidak enak sama sekali. Sebab, kondisi jalannya bergelombang,” terang salah seorang pengendara motor, Taufik Sahrawi, saat dikonfirmasi.
Taufik menjelaskan, tidak mulusnya jalan di lajur roda dua karena sering dibongkar untuk proyek pemasangan kabel. Sayangnya, proyek itu tidak mengembalikan kondisi jalan pada kondisi semula.
“Jika dibiarkan begini, kami khawatir akan menimbulkan laka lantas. Serta akan membuat motor kami rusak. Dan yang paling menakutkan, saya khawatir ban motorku meletus karena kondisi jalan yang tidak rata,” ucapnya.
Hal senada juga dikatakan pengendara motor lainnya, Muhyidin. Pria berambut gondrong ini mengatakan, jasa marga harus bertanggung jawab atas kondisi jalan yang bergelombang tersebut karena akan membahayakan pengguna jalan.
“Jasa marga harus tegas terhadap pempinan proyek pemasangan kabel, jika sudah selesai pasang kabel, maka dalam memasang jalan lagi harus seperti yang semula. Kalau dulu enak lewat suramadu, tapi sekarang sakit semua badan gara-gara jalannya bergelombang,” ucapnya.
Sedangkan untuk jalur kendaraan roda empat di jembatan Suramadu mulus. Sebab, tidak bongkar pasang untuk pemasangan kabel, seperti halnya di jalur roda dua. Sehingga merugikan para pengguna jasa jembatan Suramadu.
Sementara itu, Kepala Gerbang Tol Suramadu, Suharyono, mengatakan, pihaknya tidak tahu masalah tersebut. Sebab, hal itu merupakan wewenang dari Pekerjaan Umum (PU).
“Urusan jalan bergelombang, bukan urusan kami. Melainkan, wewenangnya PU,” terang Suharyono saat dikonfirmasi.
Galeri Foto Madura
Anda Pengunjung Ke






![]() | Hari Ini | 437 |
![]() | Kemarin | 252 |
![]() | Minggu Ini | 2071 |
![]() | Minggu lalu | 2957 |
![]() | Bulan ini | 878 |
![]() | Bulan Lalu | 7995 |
![]() | Seluruhnya | 184098 |
We have: guests, bots online
Your IP: 38.107.191.118
,
Today: Sep 03, 2010
Your IP: 38.107.191.118
,
Today: Sep 03, 2010
Pendapat Tretan
Galeri Foto Madura
Komentar Terakhir
JEMBATAN
sarana tlah terwujud dan harapan besar terpampang ... selanjutnya
18.07.10 21:40
oleh : aerull
Gadis Desa Jadi Korban Pencabu...
wah bisa gawat tuh bisa2 di bunuh jg ma kerabatnya... selanjutnya
18.07.10 21:18
oleh : aerull
PKNU Nilai 8 Raperda Perlu Dik...
Untuk meningkatkan PAD yang ada di Bangkalan seben... selanjutnya
16.07.10 01:21
oleh : Abdul Mukhlis
Gadis Desa Jadi Korban Pencabu...
emang sih klo orang kaya serba bisa,,,apalagi puny... selanjutnya
14.06.10 04:35
oleh : farel









