Search
Konsultasi Ra Imam
Suara Tretan
ShoutMix chat widget
Ads on: Special HTML
Donasi Kami ??

Tak Punya Gedung, Ratusan Siswa SD Pinjam Madrasah

BANGKALAN, pulau-madura.com. Sebanyak 172 siswa SDN Banyoning Laok 03, Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, Bangkalan, Rabu (10/3), mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan meminjam di gedung Madrasah Diniyah (MD) Miftahul Ulum setempat.

Hal itu dilakukan karena lembaga tersebut tidak mempunyai gedung sekolah sejak tahun 2002 silam hingga kini. Ironisnya, ratusan siswa ini mengikuti KBM dengan cara duduk lesehan karena tidak ada...

 

Madura Terkini

Disdik Dirikan PAUD Di Pegunungan
BANGKALAN, pulau-madura.com. Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Rabu (10/3), meresmikan pendidikan anak usia dini (PAUD) di daerah pegunungan yakni Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, Kabupaten Bangkalan.

Kabid PAUD Disdik Kabupaten Bangkalan, Mashud, mengatakan PAUD merupakan jenjang pendidikan sebelum masuk SD. Dimana akan diberikan suatu upaya pembinaan terhadap anak usia 2 tahun hingga 6 tahun.

“Para anak usia dini yang masuk PAUD, nantinya akan diberikan suatu rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani,” terang Mashud saat memberikan sambutan dalam acara peresmian PAUD.

Mashud menjelaskan, hal itu dilakukan supaya anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.

“Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletakan dasar ke arah pertumbuhan,” ungkapnya.

Serta, sambung Mashud, untuk perkembangan fisik, kecerdasan, sosio emosional (sikap dan perilaku serta agama), bahasa dan komunikasi.

“Semua itu dilakukan sesuai dengan keunikan dan tahap-tahap perkembangan yang dilalui oleh anak usia dini,” ungkapnya.

Menurut Mashud, tujuan utama dalam PAUD yakni untuk membentuk anak yang berkualitas. Anak yang tumbuh dan berkembang sesuai dengan tingkat perkembangannya sehingga memiliki kesiapan yang optimal dalam memasuki pendidikan dasar.

“Sesuai dengan Pasal 28 UU Sisdiknas No.20/2003 ayat 1 mulai 0-6 tahun merupakan rentangan anak usia dini,” papartnya.

Mashud berharap, supaya anak yang berusia 2-6 tahun di Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, bisa masuk dalam PAUD. Sehingga keberadaan PAUD bisa berfungsi secara maksimal.

Sementara itu, Kades Katol Barat, Lukman Hakim, mengatakan, pihaknya menyambut positif dengan diresmikan PAUD tersebut. Sebab, bisa membuat anak yang berusia dini bisa mengekspresikan bakatnya yang masih tersembunyi.

“Kami sangat senang mas, dengan adanya PAUD ini. Sehingga anak yang berusia dini bisa terbentuk mentalnya sebelum masuk pendidikan dasar,” terang Lukman.
Agung Laksono: Prestasi Pesilat Merosot

BANGKALAN, pulau-madura.com. Pembina utama DPP PPS Jokotole, Agung Laksono, berharap pada para pesilat supaya giat berlatih untuk meningkatkan prestasi dalam SEA Games ke-26 yang akan berlangsung di Indonesia tahun depan.
 
“Kami berharap pesilat bisa meningkatkan prestasinya dalam SEA Games mendatang,” terang Agung saat memberikan sambutan dalam acara Pencanangan Pembangunan Pendopo Wicaksana Perguruan Pencak Silat Jokotole di Kamal, Bangkalan, Selasa (9/3) malam.
 
Agung menjelaskan, pada SEA Games ke-24 yang berlangsung di Thailand beberapa tahun lalu, para pesilat mendapatkan delapan medali yakni lima emas dan tiga perak. Sehingga Indonesia menjadi juara umum.
 
“Namun, dalam SEA Games ke-25 yang berlangsung di Laos , prestasi yang didapatkan pesilat tanah air merosot. Mereka mendapatkan dua medali emas, tiga perunggu, dan satu perak,” ucap Menko Kesra ini.
 
Menurut Agung, para pesilat yang  ada di tanah air harus bisa merebut kembali juara umum dalam SEA Games mendatang. Pasalnya, olahraga pencak silat berasal dari negara Indonesia .
 
“Serta yang mensosialisasikan pencak silat pada negara lain adalah Indonesia . Jadi, kalau pesilat disini kalah bersaing dengan negara lain sangat ironi,” ujarnya.
 
Agung menambahkan, pencak silat merupakan jenis olahraga murni. Dimana olahraga tersebut bisa membentuk pemuda yang sehat dan berakhlak. Pencak silat tidak hanya untuk berkelahi, namun untuk membela diri.
 
“Olahraga pencak silat sangat bagus untuk membentuk kesehatan para anak muda. Baik remaja putra maupun putri,” paparnya.
 
Sementara itu, Ketua Panitia, Fathurrahman Said, mengatakan, pihaknya akan memacu semangat para pesilat Jokotole agar giat berlatih. Supaya para pesilat bisa merengkuh juara umum dalam SEA Games mendatang.

"Suatu saat, kami akan menampilkan pendekar jokotole yang bisa berjalan di atas air dan sebuah tendangan seperti terbang,” terang Fathurrahman.  

Agung Laksono dalam menghadiri acara tersebut didampingi Wakil Gubernur Jatim, Syaifullah Yusuf, dan pengurus DPP PPS Jokotole serta Wakil Bupati Bangkalan, KH Syafik Rofii.

Ribuan Warga Alami Buta Huruf
BANGKALAN, pulau-madura.com. Sekitar 4.911 warga di Kabupaten Bangkalan, mengalami buta aksara. Penderita buta aksara paling banyak terjadi kecamatan Blega yang mencapai 1.341 warga.

Kepala bidang (Kabid) Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Mashud, mengatakan, warga yang mengalami buta huruf paling tinggi diduduki kecamatan Blega.

“Selanjutnya disusul Kecamatan Tanah Merah sebanyak 1.320 orang, serta Kecamatan Tanjung Bumi berjumlah 1.150 orang dan terakhir Kecamatan Kokop sebanyak 1.100 orang,” terang Mashud pada wartawan saat dikonfirmasi.

Bila ditotal, sambung  Mashud, warga yang mengalami buta aksara mencapai 4.911 orang. Menurut Mashud, itu belum termasuk warga yang mengalami buta aksara di 14 kecamatan lain di Kabupaten Bangkalan.

“Jadi, penderita buta aksara disini lebih dari 4.911 warga dari 18 kecamatan yang ada di Bangkalan,” ungkapnya.

Mashud menjelaskan, warga yang mengalami buta huruf secara keseluruhan melebihi dari 9 ribu orang. Sebab, pemkab telah mencanangkan program pemberatasan buta aksara dengan menargetkan 9 ribu orang pada 2010.

“Untuk 2010, kami menargetkan dalam program pemberantasan buta aksara pada 9 ribu orang,” ungkapnya.

Mashud menambahkan, dalam melakukan upaya pemberatasan aksara, pihaknya akan menggandeng PPK, Muslimat, dan Fatayat. Sebab, sebagian besar dari 9 ribu penderita buta aksara adalah wanita.

“Mereka menderita buta aksara ada yang disebabkan karena tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali dan putus sekolah,” ucapnya.
Gelang Seharga Rp 15 Juta Digondol Maling
BANGKALAN, pulau-madura.com. Kasus pencurian perhiasan di wilayah hukum polres Bangkalan, Selasa (9/3) pagi, kembali terjadi.

Dalam aksi kali ini, seorang pencuri berhasil menggasak perhiasan jenis gelang seberat 53,3 gram seharga Rp15 juta di toko emas ABC, Desa Tanjung Bumi, Kecamatan Tanjung Bumi.

Hingga saat ini petugas belum berhasil menangkap pelaku, meski identitas pencuri sudah dikantongi. Polisi masih memburu pelaku yang informasinya belum keluar dari wilayah kabupaten Bangkalan.

Menurut salah seorang penjaga toko, Hamidun, mengatakan, kasus pencurian gelang tersebut berawal saat ada seorang pelanggan yang berinisial HL datang ke toko ABC. Kemudian HL meminta pada penjaga toko agar mengeluarkan dua buah gelang dari laci.

“Pertama gelang yang dikelaukan seberat 48,5 gram dan satu lagi gelang seberat 4,8 gram. Karena HL adalah pelanggan, kami tidak merasa curiga saat kedua buah gelang itu dipegang,” terang Hamidun saat dikonfirmasi wartawan.

Namun, sambung Hamidun, tak lama berselang, pelaku kabur dengan membawa dua buah gelang seharga Rp 15 juta itu. Pihak toko dan warga setempat telah mencari HL kemana-mana, tapi tidak membuahkan hasil.

“Lalu pihak toko melaporkan kasus pencurian gelang ini pada polsek Tanjung Bumi, supaya pelaku berhasil ditangkap,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Bumi, AKP Abdul Cholik, membenarkan kejadian pencurian dua buah gelang tersebut. Ia mengatakan, pihaknya masih melakuklan penyelidikan dan memburu pelaku.

“Belum berhasil ditangkap mas, kami masih memburu pelaku. Dan kami sudah mengantongi identitas pelaku sesuai dengan keterangan pelapor,” terang Cholik.

Sebelumnya, kasus pencurian perhiasan dengan modus yang sama juga terjadi di toko emas Selangor, Jalan Panglima Sudirman, Kecamatan Kota, Bangkalan dan kasus perampokan toko emas di Kecamatan Kwanyar.

Serta kasus pembobolan koperasi BMT Sidogiri Cabang Tanjung Bumi, Kecamatan Tanjung Bumi. Disusul kasus perampokan terhadap seorang pengendara motor asal Banyuates, Sampang, yang lokasinya di kecamatan Klampis, beberapa waktu lalu.

Namun, dari sederet kasus krimal tersebut belum ada satu pun yang berhasil diungkap oleh jajaran polres Bangkalan. Sehingga masyarakat mempertanyakan kinerja kepolisian dalam menindak pelaku krimalitas.   
103 Ribu Gakin Terancam Tak Dapat Pelayanan Kesehatan Gratis
BANGKALAN, pulau-madura.com. Sekitar 103 ribu keluarga miskin (Gakin) di kabupaten Bangkalan, terancam tidak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan gratis baik dari puskesmas maupun rumah sakit setempat.

Pasalnya nama mereka tidak masuk dalam jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) dan jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas). Serta surat keterangan tanda miskin (SKTM) mereka tidak berlaku pada akhir Maret 2010.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bangkalan, dr Fachrurrozi, mengatakan, jumlah gakin yang tidak masuk dalam daftar jamkesmas dan jamkesda sebanyak 103 ribu.

“Padahal SKTM tidak akan berlaku pada akhir Maret ini. Sehingga dikhawatirkan akan menimbulkan permasalahan baru,” terang Rozi pada wartawan saat dikonfirmasi, Senin (8/3).

Rozi menjelaskan, jumlah peserta jamkesmas sebanyak 365 ribu orang, sedangkan untuk jumlah jamkesda sekitar 4.411 orang. Namun, setelah dilakukan pembaharuan data peserta jamkesda berjumlah 107 ribu orang.

“Dengan total anggaran Rp1,9 miliar, ada peningkatan dari sebelumnya yang hanya Rp200 juta,” ucapnya.

Menurut Rozi, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak eksekutif dan kepala daerah terkait permasalaha tersebut. Supaya 103 gakin yang belum masuk dalam daftar jamkesda bisa dicarikan solusi.

“Pada Juli atau Agustus nanti, kami akan melakukan koordinasi dengan dewan untuk membicarakan persoalan ini. Supaya semua gakin yang belum masuk jamkesda bisa terakomodir dengan cara tambahan dana untuk kesehatan,” paparnya.

    

Galeri Foto Madura

Lokasi Pengunjung


Visitor Map
Create your own visitor map!

Ads on: Special HTML
Anda Pengunjung Ke
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini461
mod_vvisit_counterKemarin797
mod_vvisit_counterMinggu Ini3914
mod_vvisit_counterMinggu lalu3973
mod_vvisit_counterBulan ini7299
mod_vvisit_counterBulan Lalu37689
mod_vvisit_counterSeluruhnya114384

We have: 3 guests, 5 bots online
Your IP: 38.107.191.93
 , 
Today: Mar 11, 2010
Pendapat Tretan

Bagaimana Pelayanan Pemerintah pada 4 Kabupaten di Madura?

Chat with Admin
Komentar Terakhir
blogger statistics