Ribuan Ruang Kelas SD di Sumenep Rusak
SUMENEP, pulau-madura.com. Sebanyak 1.858 ruang kelas sekolah dasar (SD) di wilayah Kabupaten Sumenep, rusak. Ironisnya, dalam anggaran 2010 hanya mampu merehab 14 SD.
“Dari data yang ada disini, sebanyak 1858 ruang kelas SD rusak,” terang Kepala seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana SD/SDLB Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Zainal Arifin, Jumat (5/2).
Zainal menjelaskan, total ruang kelas SD di Kabupaten Sumenep berjumlah 2.969 buah. Sebanyak 1.858 ruang berada dalam kondisi rusak. Dimana rinciannya, sebanyak 963 ruang kelas masuk kategori rusak berat.
“Sedangkan 616 ruang kelas rusak sedang dan 279 ruang kelas alami rusak ringan. Sementara sisanya sebanyak 1.036 ruang kelas kondisinya bagus,” terangnya.
Menurut Zainal, pihaknya tidak bisa merehab ribuan ruang kelas rusak tersebut. Pasalnya, dana yang ada tidak mencukupi. Akhirnya, hanya 14 SD yang rusng kelasnya direhap dalam tahun 2010.
“Karena anggarannya minim, jadi yang direhap 14 SD. Sementara untuk sisanya, menyusul dalam anggaran tahun berikutnya,” ucapnya.
Disamping itu, sambung Zainal, kondisi tersebut masih diperparah dengan berubahnya aturan yang menyatakan dana alokasi khusus (DAK) tidak bisa dipakai untuk rehab gedung sekolah.
“Melainkan DAK diarahkan untuk perpustakaan dan peningkatan mutu. Padahal pada tahun sebelumnya, DAK untuk rehab gedung sekolah,” paparnya.
Zainal menambahkan, dana yang tersedia di Disdik Sumenep hanya Rp 1,4 miliar. Itupun masih dibagi dengan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Disdik yang ada di tiap kecamatan.
“Sehingga setiap sekolah yang melakukan rehab gedung tahun ini mendapatkan jatah Rp 50 juta. Begitu juga dengan UPTD yang masing-masing mendapatkan jatah Rp 50 juta,” urainya.
“Dari data yang ada disini, sebanyak 1858 ruang kelas SD rusak,” terang Kepala seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana SD/SDLB Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Zainal Arifin, Jumat (5/2).
Zainal menjelaskan, total ruang kelas SD di Kabupaten Sumenep berjumlah 2.969 buah. Sebanyak 1.858 ruang berada dalam kondisi rusak. Dimana rinciannya, sebanyak 963 ruang kelas masuk kategori rusak berat.
“Sedangkan 616 ruang kelas rusak sedang dan 279 ruang kelas alami rusak ringan. Sementara sisanya sebanyak 1.036 ruang kelas kondisinya bagus,” terangnya.
Menurut Zainal, pihaknya tidak bisa merehab ribuan ruang kelas rusak tersebut. Pasalnya, dana yang ada tidak mencukupi. Akhirnya, hanya 14 SD yang rusng kelasnya direhap dalam tahun 2010.
“Karena anggarannya minim, jadi yang direhap 14 SD. Sementara untuk sisanya, menyusul dalam anggaran tahun berikutnya,” ucapnya.
Disamping itu, sambung Zainal, kondisi tersebut masih diperparah dengan berubahnya aturan yang menyatakan dana alokasi khusus (DAK) tidak bisa dipakai untuk rehab gedung sekolah.
“Melainkan DAK diarahkan untuk perpustakaan dan peningkatan mutu. Padahal pada tahun sebelumnya, DAK untuk rehab gedung sekolah,” paparnya.
Zainal menambahkan, dana yang tersedia di Disdik Sumenep hanya Rp 1,4 miliar. Itupun masih dibagi dengan unit pelaksana teknis daerah (UPTD) Disdik yang ada di tiap kecamatan.
“Sehingga setiap sekolah yang melakukan rehab gedung tahun ini mendapatkan jatah Rp 50 juta. Begitu juga dengan UPTD yang masing-masing mendapatkan jatah Rp 50 juta,” urainya.















