Belasan Siswa SMP Terbuka Ikuti Kelas Reguler
BANGKALAN, pulau-madura.com. Sebanyak 17 siswa SMP terbuka di Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Sabtu (6/2), mengikuti kelas reguler di SMPN I Tanah Merah.
Mereka disebar di lima ruang kelas IX SMPN setempat. Setiap ruang kelas diisi tiga sampai empat siswa SMP terbuka.
Kepala sekolah (Kasek) SMPN I Tanah Merah, H Anwari Anwar, mengatakan, siswa SMP terbuka yang mengikuti reguler hanya kelas IX. Sedangkan untuk kelas VII dan VIII tidak ikut reguler.
“Siswa SMP terbuka yang ikut reguler hanya kelas IX saja. Sementara kelas VII dan VIII masuk dua kali dalam seminggu,” terang Anwari pada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Anwari, ketujuh belas siswa SMP terbuka tersebut diikutkan dalam kelas reguler karena menjelang ujian nasional (Unas). Supaya dalam pelaksanaan unas mereka bisa menjawab soal-soalnya.
“Kalau masih masuk dua kali dalam seminggu, kan kasihan. Saya khawatir mereka akan ketinggalan pelajaran dengan yang reguler,” ucapnya.
Anwari menjelaskan, pihaknya juga mengikutkan siswa SMP terbuka dalam program bimbingan belajar (bimbel) seperti halnya pelajar SMP yang reguler.
“Ini merupakan salah satu bentuk upaya dari kami agar tidak ada diskrimasi antara siswa reguler dengan SMP terbuka,” urainya.
Anwari menambahkan, natinya ijazah yang mereka dapat tidak ada perbedaan antara siswa SMP terbuka dengan reguler. Mereka dapat melanjutkan ke SMA favorit seperti SMAN I Bangkalan, SMAN 2 Bangkalan dan SMKN 2 Bangkalan.
“Sebab, ijazahnya yang menandatangani adalah saya. Tapi, itu tergantung dari nilai ujian murni (NUM) masing-masing siswa, kalau tinggi ya diterima oleh sekolah favoriot, jika tidak nututi, ya nggak diterima,” paparnya.
Mereka disebar di lima ruang kelas IX SMPN setempat. Setiap ruang kelas diisi tiga sampai empat siswa SMP terbuka.
Kepala sekolah (Kasek) SMPN I Tanah Merah, H Anwari Anwar, mengatakan, siswa SMP terbuka yang mengikuti reguler hanya kelas IX. Sedangkan untuk kelas VII dan VIII tidak ikut reguler.
“Siswa SMP terbuka yang ikut reguler hanya kelas IX saja. Sementara kelas VII dan VIII masuk dua kali dalam seminggu,” terang Anwari pada wartawan saat ditemui di ruang kerjanya.
Menurut Anwari, ketujuh belas siswa SMP terbuka tersebut diikutkan dalam kelas reguler karena menjelang ujian nasional (Unas). Supaya dalam pelaksanaan unas mereka bisa menjawab soal-soalnya.
“Kalau masih masuk dua kali dalam seminggu, kan kasihan. Saya khawatir mereka akan ketinggalan pelajaran dengan yang reguler,” ucapnya.
Anwari menjelaskan, pihaknya juga mengikutkan siswa SMP terbuka dalam program bimbingan belajar (bimbel) seperti halnya pelajar SMP yang reguler.
“Ini merupakan salah satu bentuk upaya dari kami agar tidak ada diskrimasi antara siswa reguler dengan SMP terbuka,” urainya.
Anwari menambahkan, natinya ijazah yang mereka dapat tidak ada perbedaan antara siswa SMP terbuka dengan reguler. Mereka dapat melanjutkan ke SMA favorit seperti SMAN I Bangkalan, SMAN 2 Bangkalan dan SMKN 2 Bangkalan.
“Sebab, ijazahnya yang menandatangani adalah saya. Tapi, itu tergantung dari nilai ujian murni (NUM) masing-masing siswa, kalau tinggi ya diterima oleh sekolah favoriot, jika tidak nututi, ya nggak diterima,” paparnya.















