Musim Penghujan, Pendapatan Pasar Hewan Menurun
BANGKALAN, pulau-madura.com. Memasuki musim penghujan, para pengelola pasar hewan di Kabupaten Bangkalan, mengaku pendapatannya menurun hingga sebesar 25 persen.
“Yang kami takutkan jika memasuki musim penghujan seperti sekarang ini,” terang Kepala Pasar Petrah, Kecamatan Tanah Merah, Mohammad Syamsul, pada wartawan saat dijumpai di kantornya, Sabtu (6/2).
Syamsul menjelaskan, jika musim kemarau jumlah sapi yang datang ke pasar petrah mencapai 800 ekor setiap hari pasaran yakni Sabtu. Dimana setiap ekor dikarcis sebesar Rp 10.000.
“Namun, kalau musim penghujan sapi yang dibawa pedagang kesini hanya sekitar 500 sampai 600 ekor atau menurun sekitar 25 persen,” ucapnya.
Bahkan, sambung Syamsul, pihaknya pernah tidak mendapatkan pemasukan sama sekali dari pasar hewan tersebut. Sebab, pada saat itu hujan berturut-turut selama tiga hari.
“Kejadiannnya sekitar beberapa tahun lalu, tidak ada pedagang sapi yang datang ke pasar untuk menjual hewan peliharaannya. Secara otomatis tidak ada pemasukan dari pasar hewan,” urainya.
Disamping faktor cuaca, sambung Syamsul, yang mempengaruhi ramainya hewan yang datang ke pasar juga disebabkan hari besar. Pasalnya, jika menjelang Hari Raya Idul Adha, jumlah pedagang sapi yang datang ke pasar meningkat hingga 100 persen.
“Itu hanya terjadi saat menjelang lebaran kurban saja, sementara ketika menjelang lebaran idul fitri tidak ada lonjakan secara signifikan,” urainya.
Syamsul menambahkan, target pasar petrah yang dipatok oleh pemkab Bangkalan untuk pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 647 juta dalam setahun.
“Kalau soal memenuhi target atau tidak ya apa kata nanti, tapi yang jelas kita sebagai manusia harus berupaya. Bila dilihat dari sebelumnya, taget yang dipatok selalu tercapai,” paparnya.
“Yang kami takutkan jika memasuki musim penghujan seperti sekarang ini,” terang Kepala Pasar Petrah, Kecamatan Tanah Merah, Mohammad Syamsul, pada wartawan saat dijumpai di kantornya, Sabtu (6/2).
Syamsul menjelaskan, jika musim kemarau jumlah sapi yang datang ke pasar petrah mencapai 800 ekor setiap hari pasaran yakni Sabtu. Dimana setiap ekor dikarcis sebesar Rp 10.000.
“Namun, kalau musim penghujan sapi yang dibawa pedagang kesini hanya sekitar 500 sampai 600 ekor atau menurun sekitar 25 persen,” ucapnya.
Bahkan, sambung Syamsul, pihaknya pernah tidak mendapatkan pemasukan sama sekali dari pasar hewan tersebut. Sebab, pada saat itu hujan berturut-turut selama tiga hari.
“Kejadiannnya sekitar beberapa tahun lalu, tidak ada pedagang sapi yang datang ke pasar untuk menjual hewan peliharaannya. Secara otomatis tidak ada pemasukan dari pasar hewan,” urainya.
Disamping faktor cuaca, sambung Syamsul, yang mempengaruhi ramainya hewan yang datang ke pasar juga disebabkan hari besar. Pasalnya, jika menjelang Hari Raya Idul Adha, jumlah pedagang sapi yang datang ke pasar meningkat hingga 100 persen.
“Itu hanya terjadi saat menjelang lebaran kurban saja, sementara ketika menjelang lebaran idul fitri tidak ada lonjakan secara signifikan,” urainya.
Syamsul menambahkan, target pasar petrah yang dipatok oleh pemkab Bangkalan untuk pendapatan asli daerah (PAD) sebesar Rp 647 juta dalam setahun.
“Kalau soal memenuhi target atau tidak ya apa kata nanti, tapi yang jelas kita sebagai manusia harus berupaya. Bila dilihat dari sebelumnya, taget yang dipatok selalu tercapai,” paparnya.















