Dilarang Meliput, Wartawan Sampang Protes
SAMPANG, pulau-madura.com. Gara-gara dilarang meliput serap informasi eksplorasi miyak dan gas (Migas) antara DPRD Sampang dengan SPE Petroleum di ruang pertemuan setempat, puluhan wartawan cetak dan elektonik melakukan protes.
Mereka melepaskan atributnya, seperti camera dan Id card di depan gedung DPRD Sampang. Selanjutnya satu persatu dari kuli disket tersebut menggelar orasi yang isinya mengkritik kebijakan tersebut.
Salah seorang kontributor Metro TV, Agus Surahman, mengatakan, pelarangan liputan serap informasi tentang ekplorasi migas dinilai tidak mendasar. Sebab, kasus skandal bank Century bisa diliput.
“Apalagi hanya hearing seperti ini yang dilakukan antara SPE Petroleum dengan dewan, ini kan namanya keterlaluan,” terang Agus, di depan gedung DPRD Sampang, Selasa (23/2).
Menurut Agus, tidak seharusnya pelarangan itu dilakukan. Jika dewan menginginkan pertemuan dengan SPE Petroleum tertutup, seharusnya wartawan diperkenan mengambil gambar terlebih dulu, bukan lantas diusir.
”Kami bertugas dilindungi undang-undang. kalau seperti ini namanya tidak menghargai kinerja jurnalis,” ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan Reporter JTV, Muhammad Fuadi. Ia mengaku, pihaknya kecewa dengan kebijakan DPRD yang melarang wartawan melakukan peliputan tersebut. Pasalnya banyak hal yang perlu diketahui publik tentang rencana pengeboran.
”Ekplorasi Migas ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Ini kan sangat aneh ada apa sebenarnya,” urainya.
Selanjutnya puluhan wartawan tersebut meninggalkan gedung DPRD Sampang. Bahkan, sebelum bubar mereka mengancam akan melakukan pemboikotan terhadap DPRD dalam segala kegiatan jurnalistik.
Mereka melepaskan atributnya, seperti camera dan Id card di depan gedung DPRD Sampang. Selanjutnya satu persatu dari kuli disket tersebut menggelar orasi yang isinya mengkritik kebijakan tersebut.
Salah seorang kontributor Metro TV, Agus Surahman, mengatakan, pelarangan liputan serap informasi tentang ekplorasi migas dinilai tidak mendasar. Sebab, kasus skandal bank Century bisa diliput.
“Apalagi hanya hearing seperti ini yang dilakukan antara SPE Petroleum dengan dewan, ini kan namanya keterlaluan,” terang Agus, di depan gedung DPRD Sampang, Selasa (23/2).
Menurut Agus, tidak seharusnya pelarangan itu dilakukan. Jika dewan menginginkan pertemuan dengan SPE Petroleum tertutup, seharusnya wartawan diperkenan mengambil gambar terlebih dulu, bukan lantas diusir.
”Kami bertugas dilindungi undang-undang. kalau seperti ini namanya tidak menghargai kinerja jurnalis,” ucapnya.
Hal senada juga diungkapkan Reporter JTV, Muhammad Fuadi. Ia mengaku, pihaknya kecewa dengan kebijakan DPRD yang melarang wartawan melakukan peliputan tersebut. Pasalnya banyak hal yang perlu diketahui publik tentang rencana pengeboran.
”Ekplorasi Migas ini menyangkut kepentingan masyarakat banyak. Ini kan sangat aneh ada apa sebenarnya,” urainya.
Selanjutnya puluhan wartawan tersebut meninggalkan gedung DPRD Sampang. Bahkan, sebelum bubar mereka mengancam akan melakukan pemboikotan terhadap DPRD dalam segala kegiatan jurnalistik.















HEADER
mgkin mereka takut ktahuan klo lgi bagi bagi kui
RSS