Ribuan Warga Alami Buta Huruf
BANGKALAN, pulau-madura.com. Sekitar 4.911 warga di Kabupaten Bangkalan, mengalami buta aksara. Penderita buta aksara paling banyak terjadi kecamatan Blega yang mencapai 1.341 warga.
Kepala bidang (Kabid) Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Mashud, mengatakan, warga yang mengalami buta huruf paling tinggi diduduki kecamatan Blega.
“Selanjutnya disusul Kecamatan Tanah Merah sebanyak 1.320 orang, serta Kecamatan Tanjung Bumi berjumlah 1.150 orang dan terakhir Kecamatan Kokop sebanyak 1.100 orang,” terang Mashud pada wartawan saat dikonfirmasi.
Bila ditotal, sambung Mashud, warga yang mengalami buta aksara mencapai 4.911 orang. Menurut Mashud, itu belum termasuk warga yang mengalami buta aksara di 14 kecamatan lain di Kabupaten Bangkalan.
“Jadi, penderita buta aksara disini lebih dari 4.911 warga dari 18 kecamatan yang ada di Bangkalan,” ungkapnya.
Mashud menjelaskan, warga yang mengalami buta huruf secara keseluruhan melebihi dari 9 ribu orang. Sebab, pemkab telah mencanangkan program pemberatasan buta aksara dengan menargetkan 9 ribu orang pada 2010.
“Untuk 2010, kami menargetkan dalam program pemberantasan buta aksara pada 9 ribu orang,” ungkapnya.
Mashud menambahkan, dalam melakukan upaya pemberatasan aksara, pihaknya akan menggandeng PPK, Muslimat, dan Fatayat. Sebab, sebagian besar dari 9 ribu penderita buta aksara adalah wanita.
“Mereka menderita buta aksara ada yang disebabkan karena tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali dan putus sekolah,” ucapnya.
Kepala bidang (Kabid) Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bangkalan, Mashud, mengatakan, warga yang mengalami buta huruf paling tinggi diduduki kecamatan Blega.
“Selanjutnya disusul Kecamatan Tanah Merah sebanyak 1.320 orang, serta Kecamatan Tanjung Bumi berjumlah 1.150 orang dan terakhir Kecamatan Kokop sebanyak 1.100 orang,” terang Mashud pada wartawan saat dikonfirmasi.
Bila ditotal, sambung Mashud, warga yang mengalami buta aksara mencapai 4.911 orang. Menurut Mashud, itu belum termasuk warga yang mengalami buta aksara di 14 kecamatan lain di Kabupaten Bangkalan.
“Jadi, penderita buta aksara disini lebih dari 4.911 warga dari 18 kecamatan yang ada di Bangkalan,” ungkapnya.
Mashud menjelaskan, warga yang mengalami buta huruf secara keseluruhan melebihi dari 9 ribu orang. Sebab, pemkab telah mencanangkan program pemberatasan buta aksara dengan menargetkan 9 ribu orang pada 2010.
“Untuk 2010, kami menargetkan dalam program pemberantasan buta aksara pada 9 ribu orang,” ungkapnya.
Mashud menambahkan, dalam melakukan upaya pemberatasan aksara, pihaknya akan menggandeng PPK, Muslimat, dan Fatayat. Sebab, sebagian besar dari 9 ribu penderita buta aksara adalah wanita.
“Mereka menderita buta aksara ada yang disebabkan karena tidak pernah mengenyam pendidikan sama sekali dan putus sekolah,” ucapnya.













