Search
Konsultasi Ra Imam
Suara Tretan
ShoutMix chat widget
Ads on: Special HTML
Donasi Kami

JEMBATAN

JEMBATAN

by: Imam Buchori Cholil

Pernahkah anda sampai pada suatu batas sebuah tempat yang di depan anda terbentang sebuah halangan untuk melanjutkan langkah anda ? pernahkah anda berada pada situasi dimana ada perbedaan pendapat sebuah perdebatan yang cukup sengit ? pernahkah anda mengalami saat anda tak mampu mengungkapkan perasaan yg mengharu birukan jiwa anda pada orang yang anda cintai ?

Jika jawabannya ‘iya’, maka yang anda butuhkan hanya satu : Jembatan (baca: penghubung atau mediator).

Seharusnya memang sebuah jembatan mampu menyelesaikan masalah, yaitu keterpisahan sebuah jarak atau rasa agar menjadi tersambung dan tercipta sebuah harmonisasi.

Adalah sebuah pulau yang bernama MADURA yang merupakan bagian dari Propinsi Jawa Timur, dimana di sana hidup sebuah suku yang cukup mewarnai lukisan keindahan perjalanan bangsa Indonesia. Disana –sebagaimana daerah lain- ada tatanan kehidupan yg tercipta secara khas, tatanan kehidupan yang secara alamiah berkembang seiring perjalanan zaman namun masih tetap dengan kekhasan yang ada.

Letak posisinya yg hanya terpisah selat tak lebih dari lima kilometeran saja dengan pusat kota propinsi telah membuat sebuah keterpisahan jarak dan rasa.

Kini, sebuah jembatan telah menyambung jarak dan rasa itu, jarak antara pulau jawa dimana pusat kekuasaan dan pusat ekonomi berada disana, tersambung dengan pulau madura dimana penduduknya terkenal memiliki etos kerja yang sangat tinggi. Sebuah perbedaan rasa yang tercipta selama ini bahwa pulau jawa adalah lebih tinggi (terbukti setiap kali orang madura kalau mau pergi ke jawa selalu bilang ‘ongge’-naik-) tersambung menjadi sebuah kesejajaran rasa dengan pulau madura.

Mampukah jembatan ini menjadi Penghubung jarak tanpa membawa dampak rusaknya tatanan kehidupan yang sudah tercipta  ?

Mampukah jembatan ini menjadi mediator yang bisa mensejajarkan rasa setara pulau madura dengan daerah lain di bumi nusantara ini ?

Ya… kita lihat saja nanti…

Terakhir Diperbaharui (Minggu, 27 Desember 2009 10:32)

 

HEADER  

 
0 #7 aerull Minggu, 18 Juli 2010
sarana tlah terwujud dan harapan besar terpampang di depan kita sekarang yang perlu di pertanyakan sudah siapkah kita secara lahir batin?
Quote
 
 
0 #6 Kamba Rohai Selasa, 04 Mei 2010
Bayang-bayang lebih indah dari pada kenyataan, jangan terngiang sebelum ada pemetaan. Pikirkan SDM kita guna menyongsong industrialisasi Madura kedepan
Quote
 
 
0 #5 guntaryadi bali Sabtu, 13 Februari 2010
asaalam....
seperti mimpi, tapi nyata, tanpa antri naik kapal feery,,,,ehh gaktaunya dah sampek P Madura...mudah2han madura bisa maju seperti surabaya...wasalam
Quote
 
 
0 #4 RACHMAD BUDIYONO DBS Rabu, 27 Januari 2010
Inilah Ikon Baru Propinsi Jawa timur khususnya pulau madura....sebesar harapan saya kalau melihat jembatan sanfransisco...amazing..subhanallah...semoga jembatan suramadu menjadi tatanan baru silaturahmi yang semakin mudah dijangkau...

regards,
peace and Love
Quote
 
 
0 #3 Mashuri Rabu, 13 Januari 2010
antara harapan dan hampa ... kita tak ingin madura disub-ordinasikan dg surabaya. tanpa surabaya, madura tetaplah exsis. dg jembatan suramadu seakan 'sesuatu' dr surabaya akan datang memberkahi madura. tidak... sebaliknya, justru dg jembatan suramadu madura akan menunjukkan eksistensi sendiri melalui kekayaan dan kemampuan sumberdayanya sendiri.
Quote
 
 
0 #2 RAM Kamis, 31 Desember 2009
Ass.Wr.Wb
Jembatan Suramadu dibangun merupakan solusi untuk merubah dan memperbaiki keadaan untuk menjadi lebih baik, artinya dengan dibangunnya Jembatan Suramadu menurut pendapat saya minimal telah menyelesaikan satu persoalan yaitu sarana bagi masyarakat madura untuk berkembang dan lebih maju sudah tersedia.
Quote
 
 
+1 #1 Mutmainnah Senin, 28 Desember 2009
Assalamu'alaikum,

Semoga harapan Ra Imam terwujud tapi saya pikir kita harus berpikir ulang karena dalam pembangunan Jawa Timur, Madura hanya diposisikan sebagai daerah penyangga atau spill over (peluberan) industri Jawa Timur. Namanya juga penyangga artinya ya penopang atau pendukung saja. Pusat industrinya tetap saja Surabaya. Dalam posisi ini sulit bagi kita bicara tentang kemakmuran bagi Madura.

Wassalam
Quote
 

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

Anda Pengunjung Ke
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari Ini278
mod_vvisit_counterKemarin607
mod_vvisit_counterMinggu Ini2374
mod_vvisit_counterMinggu lalu2635
mod_vvisit_counterBulan ini3816
mod_vvisit_counterBulan Lalu7995
mod_vvisit_counterSeluruhnya187036

We have: guests online
Your IP: 38.107.191.118
 , 
Today: Sep 09, 2010
Pendapat Tretan

Bagaimana Pelayanan Pemerintah pada 4 Kabupaten di Madura?

Chat with Admin
Komentar Terakhir
blogger statistics