Mimpi Manis II
Mimpi Manis II
By : Imam Buchori Cholil
Semua boleh bermimpi…
Bukankah hidup ini terangkai dari jalinan mimpi-mimpi ?
Semua kesuksesan berawal dari mimpi
Jadi, silahkan bermimpi wahai teman.
Namun kuncinya adalah seberapa mampu kita bisa mewujudkan mimpi itu menjadi
Nyata..
Ini adalah sepenggal puisi yang entah aku sendiri tak tahu siapa penulisnya, namun bukan hal penting siapapun yang menulisnya. Bukankah itu semua hanyalah sebuah rangkaian kata yang di susun sedemikian rupa hingga menimbulkan bermacam inspirasi bagi pembacanya ?
Lagu ‘pretty woman’ mengalun lembut dari stereo mobil yang kutumpangi. Lagu ini yang merupakan theme song dari sebuah film dengan judul yang sama membuat pikiranku menerawang. Sebuah film menarik yang bercerita tentang seorang pelacur yang terlibat hubungan tak sengaja dengan seorang milyuner. Mimpi pun tercipta dalam hubungan mereka, dan saat mereka harus berada pada ujung mimpi ini akan berakhir, mereka mampu mewujudkan mimpi itu menjadi sebuah kenyataan.
Jadi, jangan pernah remehkan kekuatan dari sebuah mimpi. Tapi aku juga punya seorang teman yang dalam setiap tidurnya dia selalu bermimpi, dan akhir-akhir ini kekusutan dan kelelahan tergambar pada raut wajahnya. Saat kutanya kenapa belakangan ini dia terlihat sangat kusut dan lelah, dia menjawab bahwa terlalu banyak sudah mimpi tercipta dan dia mengeluh mampukah dia mewujudkan mimpi-mimpi yang selalu datang menyelimuti saat tidurnya itu. Jangankan untuk mewujudkan semua mimpi itu, bahkan untuk bermimpi lagipun dia sudah sangat kelelahan dan payah.
Aku tersenyum simpul mengingat semua itu, kuarahkan pandangan keluar jendela mobil, pemandangan indah laut di sepanjang jalan luar kota sampang ke arah pamekasan benar-benar memukau. Depot pertamina di daerah camplong adalah satu-satunya pengendali suplai kebutuhan BBM di pulau tercintaku ini. Sementara di kejauhan lepas pantai sana, tak banyak yang tahu bahwa ada kegiatan eksplorasi minyak sedang dikerjakan. Kembali mimpi menguasaiku : Pulau Madura adalah sebuah pulau dengan letak geografis yang sangat strategis, pantai utaranya adalah tempat yang tepat sebagai pelabuhan transit antara indonesia barat dan indonesia timur. Dengan luas wilayah 4,250 kilometer persegi jauh lebih luas dari sebuah negara seperti singapore misalnya.
Adalah sebuah hal yang wajar jika jembatan penghubung antara madura dan jawa telah terbangun, tingkat pendidikan masyarakat yang terus berkembang dari tahun ke tahun, sumber daya alam yang kaya dan tereksplorasi untuk sebesar-besar kemakmuran masyarakat madura di empat kabupaten, dan terciptanya pemerintahan yang bersih dan profesional di empat kabupaten dengan kekuatan kontrol sosial yang tinggi karena banyaknya pondok pesantren tersebar asuhan para ulama dan kyai yang memilki integritas tinggi, madura menjadi sebuah propinsi tersendiri. Propinsi muda yang siap mensejajarkan diri dengan propinsi-propinsi lain di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bunyi klakson mobil menyentakkan mimpiku kembali. Klakso dari sebuah kendaraan truck yang sangat besar berusaha menghentikan usaha sepeda motor untuk berbelok arah, ah, aku kaget sekali melihat ukuran truck tersebut. Bukankah tidak pada kelasnya jalan di madura di lewati kendaran sebesar ini ? apalagi dengan muatan beban yang melebihi kekuatan jalan. Bukankah di setiap kota kabupaten ada tempat pos timbangan untuk memantau berat beban kendaraan angkutan barang ? pantas saja di sepanjang perjalanan darat yang kulewati dengan mobilku kadang terasa seperti menaiki perahu dengan melewati ombak di lautan. Di tambah lagi dengan struktur tanah di banyak tempat pulau madura adalah tanah yang masih labil dan sering bergerak. Aku mendesah panjang, ternyata masih banyak hal yang harus di benahi untuk sebelum madura menjadi sebuah propinsi baru. (Bersambung)
Terakhir Diperbaharui (Minggu, 27 Desember 2009 10:33)



















HEADER
semoga harapan dan impian pak Imam buchiri jadi kenyataan salam dari Guntaryadi Bali..
wassalam....
RSS